Kegiatan olahraga dapat menyebabkan
suatu cidera yang dialami system otot atau kerangka tubuh. Cedera yang sering
dialami pada saat dilakukan kegiatan olahraga yaitu patah tulang karena adanya
tekanan, cedera pada lutut, punggung, sikut atau lengan, kepala dan kaki. Hal
ini terjadi akibat metode latihan yang salah, tidak dilakukan pemanasan
terlebih dahulu sebelum dilakukan latihan atau pertandingan, adanya kelainan
tubuh secara structural, kelemahan pada otot dan cedera terjadi karena proses
penggunaan jangka panjang, pergerakan yang berulang – ulang serta menekan
jaringan yang peka.
Metode
latihan yang salah merupakan penyebab paling sering dari cedera otot dan sendi.
Penderita selalu masih merasa kuat dan tidak memberikan waktu untuk pemulihan
ketika mulai timbul rasa nyeri. Setiap kali otot tertekan oleh aktivitas yang
intensif, beberapa otot mengalami cidera dan otot lainnya menggunakan cadangan
energy yang tersimpan untuk penyembuhan serat – serat otot yang memerlukan
waktu relative 2 hari. Sedangkan tubuh yang mengalami kelainan structural dapat
menyebabkan seseorang lebih peka terhadap cedera olahraga karena adanya tekanan
yang tidak semestinyapada bagian tubuh tertentu. Jika sesorang memiliki
pergelangan kaki yang kaku, akan terjadi kebalikan posisi yaitu pronasi yang
kurang. Kaki kelihatan memeliki lengkung yang sangat tinggi dan tidak dapat
menyerap goncangan dengan baik sehingga meningkatkan resiko terjadinya retakan
dalam tulang kaki dan tungkai.
Gejala
nyeri akan timbul ketika serat – serat otot atau tendon mulai robek.
Hentikanlah latihan ketika rasa nyeri mulai timbul. Cara ini akan sedikit
mengurangi cedera pada serat – serat tersebut, sehingga pemulihan mulai
dilakukan oleh otot – otot yang lain dan kerusakanpun tidak semakin meluas yang
menyebabkan penyembuhan lebih lama. Untuk pengobatan hampir pada semua cedera
olahraga adalah dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang sakit, lalu lakukan
kompres relaksasi dengan es batu. Proses istirahat untuk meminimalkan
perdarahan yang terjadi dan pembengkakan. Sedangkan fungsi es batu sebagai
kompres adalah untuk mengerutkan pembuluh darah serta mengurangi nyeri karena
peradangan. Pengompresan menggunakan es batu dilakukan selama 10 menit.
Selanjutnya membungkus daerah yang mengalami cedera dengan perban elastis
sehingga mengurangi infeksi bakteri dari luar. Penggunakan obat analgesic
sesuai anjuran doter juga dapat membantu proses penyembuhan dengan mengurangi
rasa nyeri. Sebelum mengalami penyembuhan 100 % lebih baik aktifitas olahraga dihindari
dan mengurangi aktifitas fisik untuk membantu proses penyembuhan.
Olahraga
sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi alangkah
baik untuk mengurangi terjadinya cedera sebaiknya dilakukan pencegahan dengan
pemanasan sebelum melakukan latihan, pendinginan dengan mengurangi latihan
secara bertahap sebelum latihan diakhiri, latihan peregangan otot untuk
memperpanjang otot agar dapat berkontraksi secara lebih efektif dan elastis,
dan menggunakan pelapis pada saat berolahraga yang bersifat lentur dan agak
kaku yang panjangnya bervariasi disesuaikan dengan panjang kaki.
Sumber: 2009.Seri Kesehatan
Populer.dr.Iskandar Junaidi.Jakarta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar