Defisiensi
Nutrisi : Apa dan Bagaimana Eksistensinya
Ketika orang dihadapkan pada Nutrisi, mereka berpikir tentang
makanan yang mereka konsumsi dan makanan adalah sumber dari sebagian besar
nutrisi kita, tetapi banyak orang tidak menyadari manfaat memiliki pola makan
yang seimbang yang dapat meningkatkan kualitas hidup diri dan keluarga mereka.
Banyak juga orang tidak paham mengapa suplemen nutrisi dibutuhkan untuk
mencapai kinerja fisik dan mental yang optimal.
Kinerja mental yang optimal tergantung pada pemeliharaan
fungsi otak terintegrasi ketika stress dan nutrisilah yang berperan penting
dalam menentukan kinerja otak. Berbagai fungsi dan wilayah otak membutuhkan
nutrisi yang berbeda sebagai bahan bakar tranmisi impuls – impuls saraf dan
pemeliharaan fungsi terintegrasi, atau integrase otak. Kegagalan pemberian
sinyal neural yang efektif biasanya disebabkan oleh kekurangan kadar nutrient
dibutuhkan.
Penelitian terkini memperlihatkan bahwa bahkan saat istirahat
pun, bagian terbesar dari glukosa (gula) yang terdapat dalam otak digunakan
hanya untuk mempertahankan kadar neurotransmitter untuk fungsi normal.
Defisiensi nutrisi, yaitu kekurangan satu atau beberapa nutrient, mereka belum
paham maknanya, atau bagaimana gejala – gejalanya. Ada dua jenis defisiensi
nutrisi yang berbeda, defisiensi nutrisi absolut dan defisiensi nutrisi
marginal.
Pengertian
dua defisiensi :
ü Defisiensi absolut adalah didasarkan
pada ketiadaan nutrient karena nutrient – nutrient ini hamper sepenuhnya absen
dari pola makan. Penyebab umum defisiensi absolut adalah kelaparan
ü Defisiensi nutrisi marginal adalah
terjadi karena pola makan tidak menyediakan nutrient – nutrient tertentu dalam
jumlah yang cukup untuk menangani puncak kebutuhan nutrient – nutrient ini,
terutama ketika dilanda stress.
Sebagian
besar orang yang menderita defisiensi nutrisi absolut “tahu” jika mereka
mengalami defisiensi nutrisi absolut dikaitkan dengan adanya penyakit nutrisi
tertentu, seperti skurvi yang merupakan akibat dari defisiensi absolut vitamin
C. Alasan para pelaut inggris disebut “Limey”, karena sebelum ditemukan vitamin
C angkatan laut inggris telah mengamati
bahwa para pelaut mengkonsumsi jeruk nipis (lime) selama pelayaran panjang
tidak mengalami skurvi. Karena itu semua pelaut inggris diharuskan meminum
perasan jeruk nipis atau jusnya setiap hari yang dicampur dengan sedikit rum. Vitamin
ditemukan dari hasil pengamatan terhadap ayam yang diberi makan beras giling
untuk membuang gabah dan lapisan luarnya yang kaya nutrient. Seorang peneliti
dan dokter yang tinggal di Indonesia pada Perang Dunia II mengalami
keterbatasan bahan pangan sehingga terkadang hanya memperoleh beras putih
giling untuk makan ayam – ayamnya, padahal sebelum perang ia memberikan beras
utuh. Yang mengejutkan meskipun ayam – ayam tersebut tampaknya mendapat “cukup”
makanan, mereka mulai menunjukan perilaku abnormal dan jatuh sakit, bahkan
melemah sehingga tidak dapat berjalan. Ia mengamati gejala – gejala yang sama
di kalangan penduduk pribumi yang sehat sebelum perang. Sehingga ia menyimpulkan
bahwa karena satu – satunya perbedaan dalam makanan ayam dan penduduk pribumi
adalah gabah atau lapisan luar beras giling yang dibuang saat pengolahan,
sampah ini mengandung sesuatu yang dibutuhkan ayam dan manusia untuk hidup
sehat. Ketika ia melengkapi makanan ayam dengan lapisan luar gabah yang dibuang
dalam pengolahan, mereka menjadi sehat lagi. Ia menyebut makanan yang
dibutuhkan untuk memperoleh fungsi yang sehat ini sebagai “vitamin”. Di
kemudian hari ketika gabah di analisis, senyawa aktifnya diidentifikasikan
sebagai molekul tiamina. Maka sekarang ini tiamina dikenal sebagai vitamin B1
dan defisiensi vitamin B1 dapat menyebabkan lemah otot.
Asal defisiensi absolut umumnya
yaitu ketiadaan atau kekurangan nutrisi tertentu dalam pola makan anda.
Termasuk nitrisi makro. Ini biasanya merupakan akibat dari konsumsi makanan
yang tidak cukup, disebut kelaparan, atau karena hanya mengkonsumsi makanan
yang tidak mengandung nutrisi – nutrisi yang dibutuhkan tersebut. Defisiensi
nutrisi absolut relatif langka di negara maju. Sebaliknya, kekurangan makanan
di berbagai negara berkembang sering kali menyebabkan terjadinya defisiensi
absolut.
Defisiensi nutrisi marginal terjadi
karena pola makan tidak menyediakan nutrisi – nutrisi tertentu dalam jumlah yang
cukup untuk menangani puncak kebutuhan nutrisi – nutrisi ini terutama saat
dilanda stres. Pada tingkat kegiatan dan fungsi yang normal, kadar nutrient
yang ada pada defisiensi marginal cukup untuk mendukung fungsi dasar tubuh dan
otak. Akan tetapi, ketika tingkat aktivitas atau intensitas fungsi mencapai
suatu tingkat tertentu, tubuh atau otak akan kehabisan jumlah nutrient tertentu
untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Neurutransmitter yang dihasilkan
tidak cukup untuk mendukung fungsi otak yang terintegrasi. Karena defisiensi
marginal memungkinkan aktivitas dan fungsi yang normal atau rendah, dan hanya
mengakibatkan penurunan kinerja mental dan fisik saat stres, keberadaannya juga
jarang disadari. Disfungsi akibat defisiensi marginal ini biasanya dikaitkan
dengan berbagai factor di luar nutrisi seperti stres atau lelah fisik, yang
sebenarnya merupakan gejala utama defisiensi nutrisi marginal. Menderita
defisiensi nutrisi marginal karena beberapa alasan, termasuk gaya hidup dan
pilihan makanan. Banyak orang yang menjalankan pola makan ala barat yang
kelebihan makan tetapi kekurangan nutrisi yang memicu terjadinya defisiensi
nutrisi marginal.
Hal ini terjadi karena sebagian besar diet tersebut terdiri
dari makanan terproses dengan kandungan gila yang tinggi serta memberikan
energy yang cukup, tetapi sebenarnya “tidak mengandung nutrisi”. Gula putih
yang dimurnikan merupakan salah satu zat termurni yang dapat anda konsumsi
karena merupakan 99 % sukrosa murni, kandungan nutriennya hamper tidak ada.
Selama proses pemurnian, 64 nutrien dihilangkan atau dihancurkan : kalium,
magnesium, kalsium, zat besi dan mangan dibuang serta vitamin A, D dan semua
vitamin B dihancurkan. Asam amino, enzim – enzim vital, lemak tidak jenuh dan
semua serat disingkirkan.
Gula bukan makanan jahat, justru malah penting untuk
menghasilkan energi. Otak sepenuhnya berjalan karena glukosa. Namun banyak
orang yang mengkonsumsi 40 % atau lebih gula dari total kalori dan merasa hanya
mengkonsumsi sedikit gula. Banyak gula tersembunyi dalam pola makanan barat ini
terutama dalam makanan terproses dan minuman ringan. Minuman ringan mengandung
10 sendok teh gula yang dimurnikan per kaleng atau per botol berisi 375 ml,
jumlahnya setara dengan 100 gram. Gula sebagai tambahan sarapan berkarbohidrat
tinggi, terbukti meningkatnya perilaku menyimpang pada anak – anak hiperaktif,
sementara dengan jumlah gula yang sama dikonsumsi bersama sarapan berprotein
tinggi, tidak menunjukan efek yang signifikan.
Karena gula yang dimurnikan hanya menghasilkan energy murni,
tubuh harus “meminjam” nutrien – nutrien vital seperti kalsium, magnesium, dan
kalium dari sel – sel sehat untuk mengolahnya, lalu mengubah kelebihan gula
menjadi lemak. Akibatnya, kelebihan gula yang dimurnikan menguras simpanan
vitamin dan mineral yang berharga dalam tubuh. Sebagai tambahannya, pengolahan
makanan juga merusak vitamin B termasuk vitamin B6 dan folat, yang mempengaruhi
fungsi otak dan system saraf sentral. Contohnya
: pola makan junk food kekurangan kandungan tiamina (vitamin B1), yang
telah diasosiasikan dengan meningkatnya agresi.
Pola makan barat juga telah terbukti menunjukan defisiensi
zat besi dan seng yang mengakibatkan terjadinya disfungsi otak dan kesulitan
belajar, termasuk menurunnya IQ. Penelitian terkini menunjukan bahwa defisiensi
seng dan zat besi terkait gangguan hiperaktivitas kurang perhatian (Attention
Deficit Hyperactivity / ADHD). Hal ini terjadi karena elemen zat besi dan seng
adalah pendukung sintesis noradrenalin, dopamine, dan serotonin dalam otak, serta
mengendalikan produksi neurotransmitter vital yang mempengaruhi suasana hati
dan perilaku. Seng juga mendukung fungsi tubuh dan otak, terutama untuk
berpikir dan memori.
Sebuah cerita tentang junk food, sebuah film documenter
“Super Size Me” dengan tokoh utamanya Morgan Spurlock. Awalnya ia menjalani
serangkaian pemeriksaan fisik termasuk tes darah dan hasilnya sangat bugar dan
sehat. Sebagai percobaan, ia makan Mc Donalds tiga kali sehari. Dalam 3 minggu
berat badannya naik 15 kg, tubuhnya lemah, suasana hatinya tidak menentu, dan
tes darah baru menunjukan adanya masalah hati yang berat, terutama dalam hal
detoksifikasi. Berbagai gejala yang ditunjukan merupakan gejala – gejala klasik
defisiensi nutrisi marginal. Katakan tidak untuk junk food, Jawabannya, makanan
ini banyak mengandung gula, lemak, minyak dan karbohidrat (nutrient makro),
tetapi mengandung tidak cukup banyak nutrient, terutama nutrient mikro seperti
vitamin dan mineral, serta serat untuk memelihara kesehatan yang baik.
Suplementasi mineral dan vitamin adalah peningkatan energy secara langsung,
pemikiran yang jernih dan memori yang lebih baik.
Apakah anda adalah termasuk orang yang mengkonsumsi makanan
yang cukup sehat ???
Sumber
: 2010,Nutrisi Tepat Otak Optimal,DR.Charles Krebs,Jakarta