Kamis, 08 Desember 2016

awak remuk

Defisiensi Nutrisi : Apa dan Bagaimana Eksistensinya
Ketika orang dihadapkan pada Nutrisi, mereka berpikir tentang makanan yang mereka konsumsi dan makanan adalah sumber dari sebagian besar nutrisi kita, tetapi banyak orang tidak menyadari manfaat memiliki pola makan yang seimbang yang dapat meningkatkan kualitas hidup diri dan keluarga mereka. Banyak juga orang tidak paham mengapa suplemen nutrisi dibutuhkan untuk mencapai kinerja fisik dan mental yang optimal.
Kinerja mental yang optimal tergantung pada pemeliharaan fungsi otak terintegrasi ketika stress dan nutrisilah yang berperan penting dalam menentukan kinerja otak. Berbagai fungsi dan wilayah otak membutuhkan nutrisi yang berbeda sebagai bahan bakar tranmisi impuls – impuls saraf dan pemeliharaan fungsi terintegrasi, atau integrase otak. Kegagalan pemberian sinyal neural yang efektif biasanya disebabkan oleh kekurangan kadar nutrient dibutuhkan.
Penelitian terkini memperlihatkan bahwa bahkan saat istirahat pun, bagian terbesar dari glukosa (gula) yang terdapat dalam otak digunakan hanya untuk mempertahankan kadar neurotransmitter untuk fungsi normal. Defisiensi nutrisi, yaitu kekurangan satu atau beberapa nutrient, mereka belum paham maknanya, atau bagaimana gejala – gejalanya. Ada dua jenis defisiensi nutrisi yang berbeda, defisiensi nutrisi absolut dan defisiensi nutrisi marginal.
Pengertian dua defisiensi :
ü Defisiensi absolut adalah didasarkan pada ketiadaan nutrient karena nutrient – nutrient ini hamper sepenuhnya absen dari pola makan. Penyebab umum defisiensi absolut adalah kelaparan
ü Defisiensi nutrisi marginal adalah terjadi karena pola makan tidak menyediakan nutrient – nutrient tertentu dalam jumlah yang cukup untuk menangani puncak kebutuhan nutrient – nutrient ini, terutama ketika dilanda stress.
Sebagian besar orang yang menderita defisiensi nutrisi absolut “tahu” jika mereka mengalami defisiensi nutrisi absolut dikaitkan dengan adanya penyakit nutrisi tertentu, seperti skurvi yang merupakan akibat dari defisiensi absolut vitamin C. Alasan para pelaut inggris disebut “Limey”, karena sebelum ditemukan vitamin C  angkatan laut inggris telah mengamati bahwa para pelaut mengkonsumsi jeruk nipis (lime) selama pelayaran panjang tidak mengalami skurvi. Karena itu semua pelaut inggris diharuskan meminum perasan jeruk nipis atau jusnya setiap hari yang dicampur dengan sedikit rum. Vitamin ditemukan dari hasil pengamatan terhadap ayam yang diberi makan beras giling untuk membuang gabah dan lapisan luarnya yang kaya nutrient. Seorang peneliti dan dokter yang tinggal di Indonesia pada Perang Dunia II mengalami keterbatasan bahan pangan sehingga terkadang hanya memperoleh beras putih giling untuk makan ayam – ayamnya, padahal sebelum perang ia memberikan beras utuh. Yang mengejutkan meskipun ayam – ayam tersebut tampaknya mendapat “cukup” makanan, mereka mulai menunjukan perilaku abnormal dan jatuh sakit, bahkan melemah sehingga tidak dapat berjalan. Ia mengamati gejala – gejala yang sama di kalangan penduduk pribumi yang sehat sebelum perang. Sehingga ia menyimpulkan bahwa karena satu – satunya perbedaan dalam makanan ayam dan penduduk pribumi adalah gabah atau lapisan luar beras giling yang dibuang saat pengolahan, sampah ini mengandung sesuatu yang dibutuhkan ayam dan manusia untuk hidup sehat. Ketika ia melengkapi makanan ayam dengan lapisan luar gabah yang dibuang dalam pengolahan, mereka menjadi sehat lagi. Ia menyebut makanan yang dibutuhkan untuk memperoleh fungsi yang sehat ini sebagai “vitamin”. Di kemudian hari ketika gabah di analisis, senyawa aktifnya diidentifikasikan sebagai molekul tiamina. Maka sekarang ini tiamina dikenal sebagai vitamin B1 dan defisiensi vitamin B1 dapat menyebabkan lemah otot.
            Asal defisiensi absolut umumnya yaitu ketiadaan atau kekurangan nutrisi tertentu dalam pola makan anda. Termasuk nitrisi makro. Ini biasanya merupakan akibat dari konsumsi makanan yang tidak cukup, disebut kelaparan, atau karena hanya mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung nutrisi – nutrisi yang dibutuhkan tersebut. Defisiensi nutrisi absolut relatif langka di negara maju. Sebaliknya, kekurangan makanan di berbagai negara berkembang sering kali menyebabkan terjadinya defisiensi absolut.
            Defisiensi nutrisi marginal terjadi karena pola makan tidak menyediakan nutrisi – nutrisi tertentu dalam jumlah yang cukup untuk menangani puncak kebutuhan nutrisi – nutrisi ini terutama saat dilanda stres. Pada tingkat kegiatan dan fungsi yang normal, kadar nutrient yang ada pada defisiensi marginal cukup untuk mendukung fungsi dasar tubuh dan otak. Akan tetapi, ketika tingkat aktivitas atau intensitas fungsi mencapai suatu tingkat tertentu, tubuh atau otak akan kehabisan jumlah nutrient tertentu untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Neurutransmitter yang dihasilkan tidak cukup untuk mendukung fungsi otak yang terintegrasi. Karena defisiensi marginal memungkinkan aktivitas dan fungsi yang normal atau rendah, dan hanya mengakibatkan penurunan kinerja mental dan fisik saat stres, keberadaannya juga jarang disadari. Disfungsi akibat defisiensi marginal ini biasanya dikaitkan dengan berbagai factor di luar nutrisi seperti stres atau lelah fisik, yang sebenarnya merupakan gejala utama defisiensi nutrisi marginal. Menderita defisiensi nutrisi marginal karena beberapa alasan, termasuk gaya hidup dan pilihan makanan. Banyak orang yang menjalankan pola makan ala barat yang kelebihan makan tetapi kekurangan nutrisi yang memicu terjadinya defisiensi nutrisi marginal.
Hal ini terjadi karena sebagian besar diet tersebut terdiri dari makanan terproses dengan kandungan gila yang tinggi serta memberikan energy yang cukup, tetapi sebenarnya “tidak mengandung nutrisi”. Gula putih yang dimurnikan merupakan salah satu zat termurni yang dapat anda konsumsi karena merupakan 99 % sukrosa murni, kandungan nutriennya hamper tidak ada. Selama proses pemurnian, 64 nutrien dihilangkan atau dihancurkan : kalium, magnesium, kalsium, zat besi dan mangan dibuang serta vitamin A, D dan semua vitamin B dihancurkan. Asam amino, enzim – enzim vital, lemak tidak jenuh dan semua serat disingkirkan.  
Gula bukan makanan jahat, justru malah penting untuk menghasilkan energi. Otak sepenuhnya berjalan karena glukosa. Namun banyak orang yang mengkonsumsi 40 % atau lebih gula dari total kalori dan merasa hanya mengkonsumsi sedikit gula. Banyak gula tersembunyi dalam pola makanan barat ini terutama dalam makanan terproses dan minuman ringan. Minuman ringan mengandung 10 sendok teh gula yang dimurnikan per kaleng atau per botol berisi 375 ml, jumlahnya setara dengan 100 gram. Gula sebagai tambahan sarapan berkarbohidrat tinggi, terbukti meningkatnya perilaku menyimpang pada anak – anak hiperaktif, sementara dengan jumlah gula yang sama dikonsumsi bersama sarapan berprotein tinggi, tidak menunjukan efek yang signifikan.
Karena gula yang dimurnikan hanya menghasilkan energy murni, tubuh harus “meminjam” nutrien – nutrien vital seperti kalsium, magnesium, dan kalium dari sel – sel sehat untuk mengolahnya, lalu mengubah kelebihan gula menjadi lemak. Akibatnya, kelebihan gula yang dimurnikan menguras simpanan vitamin dan mineral yang berharga dalam tubuh. Sebagai tambahannya, pengolahan makanan juga merusak vitamin B termasuk vitamin B6 dan folat, yang mempengaruhi fungsi otak dan system saraf sentral. Contohnya  : pola makan junk food kekurangan kandungan tiamina (vitamin B1), yang telah diasosiasikan dengan meningkatnya agresi.
Pola makan barat juga telah terbukti menunjukan defisiensi zat besi dan seng yang mengakibatkan terjadinya disfungsi otak dan kesulitan belajar, termasuk menurunnya IQ. Penelitian terkini menunjukan bahwa defisiensi seng dan zat besi terkait gangguan hiperaktivitas kurang perhatian (Attention Deficit Hyperactivity / ADHD). Hal ini terjadi karena elemen zat besi dan seng adalah pendukung sintesis noradrenalin, dopamine, dan serotonin dalam otak, serta mengendalikan produksi neurotransmitter vital yang mempengaruhi suasana hati dan perilaku. Seng juga mendukung fungsi tubuh dan otak, terutama untuk berpikir dan memori.
Sebuah cerita tentang junk food, sebuah film documenter “Super Size Me” dengan tokoh utamanya Morgan Spurlock. Awalnya ia menjalani serangkaian pemeriksaan fisik termasuk tes darah dan hasilnya sangat bugar dan sehat. Sebagai percobaan, ia makan Mc Donalds tiga kali sehari. Dalam 3 minggu berat badannya naik 15 kg, tubuhnya lemah, suasana hatinya tidak menentu, dan tes darah baru menunjukan adanya masalah hati yang berat, terutama dalam hal detoksifikasi. Berbagai gejala yang ditunjukan merupakan gejala – gejala klasik defisiensi nutrisi marginal. Katakan tidak untuk junk food, Jawabannya, makanan ini banyak mengandung gula, lemak, minyak dan karbohidrat (nutrient makro), tetapi mengandung tidak cukup banyak nutrient, terutama nutrient mikro seperti vitamin dan mineral, serta serat untuk memelihara kesehatan yang baik. Suplementasi mineral dan vitamin adalah peningkatan energy secara langsung, pemikiran yang jernih dan memori yang lebih baik.
Apakah anda adalah termasuk orang yang mengkonsumsi makanan yang cukup sehat ???




Sumber : 2010,Nutrisi Tepat Otak Optimal,DR.Charles Krebs,Jakarta 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar